slot online joker123 daftar joker123 daftar sbobet poker online

Tips Memilih Oli Yang Sesuai Dengan Kondisi Motor

tips memilih oli motor

Tips Memilih Oli Motor – Bagi pemilik motor, mendengar suara kasar, perpindahan gigi yang sudah keras, dan melihat speedometer sudah memberikan petunjuk untuk mengganti oli , hal ini merupakan pertanda waktunya kalian memilih oli motor yang baru.

Tapi bagaimana cara memilih Oli motor dengan baik? Selain itu bagaimana cara memilih oli yang bagus agar sesuai dengan kondisi motor yang ada di Indonesia?

Berikut Beberapa Fungsi Utama Oli Pada Motor

1. Mengurangi Gesekan

Dengan menggunakan Oli, akan mengurangi pergesekan pada komponen mesin motor. Gesekan yang terjadi pada komponen akan menyebabkan mesin cepat aus.

2. Sebagai Pendingin

Oli mesin juga berfungsi sebagai pendingin dari panas yang dihasilkan dari proses pembakaran di dalam silinder dan panas yang dihasilkan komponen dalam mesin motor.

3. Sebagai Perapat

Oli juga berfungsi sebagai perapat celah antara piston dengan silinder. Oli dapat mengurangi kebocoran kompresi maupun tekanan hasil dari pembakaran dengan membuat lapisan oli yang mengisi celah di antaranya

4. Sebagai Peredam

Selain itu Oli juga bisa digunakan sebagai peredam getaran dan juga suara bising dari benturan piston juga komponen batang piston dan juga poros engkol. Oli berfungsi untuk melapisi bagian tersebut dan meredam benturan yang terjadi sehingga suara mesin akan lebih halus serta tidak terlalu kasar

5. Sebagai Pembersih

Oli juga berfungsi sebagai pembersih kotoran hasil dari gesekan antar komponen mesin motor. Ini akan membantu membawa kotoran tersebut, sehingga bagian yang bergesekan akan tetap bersih

6. Sebagai Anti Karat

Selain sebagai pelumas, oli juga melapisi bagian logam, sehingga akan menghindari kontak langsung dari udara dan air.

Tips Memilih Oli Yang Tepat Untuk Kondisi Motor Kita

Pada Oli motor yang akan kita beli, biasanya selalu tercantum kode oli pada kemasan. Nah apa sih arti kode tersebut yang cocok untuk dapat kita pilih sesuai dengan kondisi kendaraan kesayangan kita?

Kekentalan atau orang menyebut dengan istilah SAE, adalah suatu pembeda untuk kelas kelas suatu oli mesin berdasarkan tingkat sifat dan kekentalan , SAE bukanlah ukuran mutu kualitas suatu oli tapi tingkat kekentalan oli.

  1. SAE rendah tidak identik dengan mutu yang lebih baik dibandingkan dengan oli yang kental
  2. Arti sesungguhnya dari kode kemasan oli motor SAE bukanlah sekedar encer dan juga kental, tetapi lebih ke kemampuan oli motor tersebut beradaptasi pada suhu rendah dan tinggi.
  3. Misalnya anda membeli oli dengan SAE 20w – 50 atau 10w – 40 maka di balik kode tersebut ,suatu oli motor memiliki kemampuan (yang telah diuji berdasarkan standard) dan distarter pada suhu (minus) -10 C’ dan dialirkan di dalam mesin motor sampai suhu – 20 C’ dan memiliki minimum kekentalan tertentu pada suhu tinggi 150’C
  4. Untuk Oli motor SAE 10W- 40 biasanya memiliki kemampuan tingkat beku sampai – 30’C dan juga memiliki tingkat didih sampai dengan 150 ‘C.
  5. Untuk oli yang 15W – 50 memiliki kemampuan tingkat beku sampai – 25’C dan memiliki kemampuan tingkat didih sampai 150’C.

Kesimpulan

Jadi semakin kecil angka di depan W (10 w – 4) maka tingkat keenceranya semakin tinggi, tetapi bukan berarti semakin encer oli motor maka semakin bagus untuk digunakan. Hal ini tergantung pada lingkungan.

Jika motor anda berada di lingkungan daerah penggunungan yang sudah pasti memiliki suhu yang dingin maka disarankan menggunakan oli dengan tingkat beku yang tinggi misalnya oli motor 10w – 40 atau bisa juga dengan SAE 15w – 50.

Sedangkan untuk daerah yang mempunyai suhu panas misalnya di Jakarta (karena sering terjadi macet) , motor sering digunakan untuk jalan-berhenti-jalan maka bisa menggunakan oli yang tingkat bekunya rendah/sedang misalnya 15w – 40 / 20 w -40.

Demikianlah informasi mengenai tips untuk memilih oli motor sesuai kondisi lingkungan kalian. Semoga info ini bermanfaat untuk kita semua.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>